March 18, 2019

Menjadi Istri Sholehah Dalam Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga
Menjadi Istri Sholehah Dalam Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Suami adalah pemimpin rumah tangga. Dan seorang pemimpin patut kita hormati dan patuhi. Sebelum membahas tentang tips keharmonisan rumah tangga dan cara menjadi istri yang sholehah, hendaknya seorang istri benar - benar memilih seorang suami yang sholih dan bertaqwa.

Jangan sampai di tengah perjalanan hubungan pernikahan kalian, ada pertikaian dan sampai berujung perceraian. Maka dari itu, mantabkan pilihan kalian dengan  memilih calon imam yang baik menurut agama islam.

Sebagai seorang istri wajib berbakti kepada suami, wanita sholehah senantiasa berusaha untuk melaksanakan kewajiban - kewajibannya dengan baik untuk menciptakan keharmonisan dalam rumah tangganya, yang pada akhirnya akan mewujudkan kebahagiaan serta keharmonisan keluarga.

Dengan melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri, berarti ia telah memenuhi hak - hak suaminya dengan baik. Berikut ini adalah cara agar menjadi seorang istri yang sholehah dalam menjaga kehamonisan keluarga.

Baca Juga : Kisah Wanita Sholehah Teladan di Zaman Rosulullah


1. Mentaati dan berbakti kepada suami

Sumber via intagram @muzammilhb

Seorang istri wajib mentaati dan berbakti kepada suaminya selama suaminya berpijak atau mengajak pada kebenaran. Suami adalah seorang imam (pemimpin) dalam rumah tangga, dan istri adalah makmumnya.

Dalam shalat kita diajarkan bahwa makmum harus patuh mengikuti imam. Akan tetapi, jika imam melakukan kesalahan, makmum tidak boleh mengikuti dan harus membetulkan imam. Demikian pula dalam kehidupan rumah tangga.

Istri sebagai makmum harus patuh kepada suami yang berperan sebagai imam selama suami berpijak dan mengajak kepada kebenaran.

Rumah tangga ibarat sebuah kapal yang sedang mengarungi samudra. Agar kapal berhasil melayari samudra, nakhoda dan awak kapal harus bekerjasama. Awak kapal harus patuh terhadap instruksi nakhoda selama nahkoda benar dan tepat dalam memberikan instruksi. sehingga kapal berlayar sesuai arah tujuan.

Akan tetapi. ketika nahkoda lupa atau melakukan kesalahan mengubah arah laju kapal, maka awak kapal jangan mengikuti, tetapi harus membetulkan, sehingga kapal dapat kembali berlayar pada arah yang benar.

2. Tinggal atau ikut di tempat suami

Allah telah mewajibkan seorang suami untuk menyediakan tempat tinggal bagi istrinya. Kewajiban ini merupakan hal yang wajar dan memang dibutuhkan demi kelangsungan dan keharmonisan hidup berumah tangga.

Oleh karena itu, istri harus ikut dan tinggal bersama Suami. Insya Allah. suami dan istri yang tinggal bersama akan membawa manfaat yang besar. Ketika suami membutuhkan sentuhan mesra istri, ia ada di samping itu begitu juga sebaliknya, saat istri membutuhkan belaian hangat suami, ia berada di sisinya.

Selain itu, suami - istri yang tinggal bersama juga bisa saling bertukar pikiran, merencanakan masa depan, dan bersinergi membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah, dan rahmah.

3. Menjaga harta suami

Seorang istri wajib menjaga harta suaminya. Maksud nya, seorang istri jangan berlebih - lebihan membelanjakan harta suaminya. Hiduplah secara sederhana dan bersahaja. Tidak perlu menonjolkan kemewahan meskipun suami memiliki penghasilan yang besar.

Apalagi jika kenyataannya penghasilan suami tidak besar. Istri juga tidak boleh menuntut sesuatu di luar kemampuan suami. Sebab, hal yang demikian itu akan menyulitkan suami.

Seorang istri tidak boleh tergoda oleh kehidupan glamour, sehingga membuat suami terbelenggu, lalu menjadi lupa diri, bekerja mati-matian dengan tujuan memenuhi tuntutan istrinya.

Bahkan, terkadang sampai tidak peduli apakah cara yang ditempuhnya itu halal atau haram. yang penting dia bisa memberikan segala yang diinginkan istrinya.

Oleh karena itu, hiduplah secara sederhana. Sederhana ltu mudah. Hidup sederhana akan menjaga kemuliaan diri. Dengan demikian, istri juga telah menjaga harta dan kehormatan suami.

4. Berterima kasih dan berdoa untuk suami

Sumber via instagram @muzammailhb

Suami berkewajiban mencari nafkah bagi istri dan anak - anaknya. Di samping itu, ia juga harus tetap mengatur perkembangan keluarganya, terutama anak-anaknya. Karena itu, sudah selayaknya seorang istri berterima kasih kepada suami, baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Seorang istri juga dianjurkan berdoa untuk kebaikan suaminya di dunia dan di akhirat.

Terima kasih seorang istri kepada suami akan membuat suami semakin mencintainya. Suami merasa dihargai dan dihormati oleh istrinya. Si suami pun kemudian berpikir untuk memberikan yang terbaik bagi istrinya. Ia juga tak sungkan membalas mengucapkan terima kasih kepada istrinya atas kesabarannya mengelola rumah tangga. Indah 'kan?

5. Mengelola rumah tangga dengan baik

Sumber via instagram @muzammilhb

Seorang istri harus berusaha menciptakan suasana dan kondisi yang nyaman dalam rumah tangganya, sehingga suami dapat melaksanakan kewajiban agama dan dunianya dengan baik. Jangan sampai suami mendapati rumah dalam keadaan berantakan.

Kebersihan rumah tidak terjaga, perabotan rumah tidak tertata rapi, dan kamar tidur tidak sedap dipandang. Apalagi ketika pulang kerja, saat suami membutuhkan istirahat untuk menenangkan pikiran dan mengembalikan kesegaran.

Karena itu, seorang istri harus mampu menjadikan rumahnya sebagai tempat peristirahatan yang nyaman bagi suaminya. Dengan demikian, suaminya akan selalu merindukan rumahnya, sebagaimana rindunya seorang perantau pada kampung halamannya atau tawanan pada kebebasannya. Hal ini akan membuat suami giat bekerja untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya.

Rumah tangga adalah kerajaan kecil. Seorang istri harus mampu mengelola kerajaan tersebut dengan bijaksana dan teratur, memenuhi hak masing - masing anggota keluarganya, memberikan pelayanan terbaik kepada suami dan anak - anaknya, serta memelihara dan mendidik mereka dengan penuh kasih sayang.

6. Menyenangkan perasaan suami

Seorang istri hendaknya melakukan sesuatu yang menyenangkan dan melegakan hati suami. Jangan melakukan hal - hal yang dapat mengganggu suami, apalagi menyakiti hatinya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan istri untuk menyenangkan perasaan suami adalah penampilan yang indah dipandang, kata - kata yang lembut, dan pergaulan yang akrab dan baik dengan suami.

Seorang istri sholehah suka memberi maaf dan berlapang dada bila suaminya melakukan kesalahan. Tidak menyimpannya dalam hati dan menggerutu yang mengakibatkan suaminya merasa tidak nyaman.

Imam AI-Ghazali berkata, “Secara umum, adab bagi wanita adalah mampu menjadi pilar penyangga rumah tangganya, bicara seperlunya, tidak suka berkunjung ke rumah tetangga kecuali waktu - waktu tertentu bila ada keperluan. Sebab, hal ini bisa memancing keinginan untuk ngerumpi (membicarakan kejelekan - kejelekan orang lain), menjaga nama baik suami, senantiasa melakukan hal - hal yang menyenangkan hati suami, dan tidak mengkhianati suami dengan diri ataupun hartanya."

7. Berdandan untuk suami

Hal ini tampaknya sepele. Karena itulah mungkin banyak wanita muslimah yang melupakannya. Padahal, berdandan dan berhias untuk suami adalah perkara yang sangat panting untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Janganlah karena sibuk dengan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak - anak dijadikan alasan untuk tidak memperhatikan penampilan di depan suami.

Syaikh AI-Jabiri berkata, “Amat disesalkan melihat banyak wanita muslimah mengabaikan penampilannya di depan suami. Hal ini merupakan satu kelalaian yang bisa berakibat buruk. Mungkin menurutnya hal semacam itu bukan sesuatu yang penting. Namun, perlu diingat bahwa mengabaikan penampilan bisa berdampak buruk terhadap keharmonisan rumah tangga, terlebih lagi apabila suami sering melihat wanita lain yang tampak cantik dengan dandanannya.

Oleh karena itu, seorang istri perlu menunjukkan pesona keindahan dirinya kepada suaminya,  antara lain dengan memakai perhiasan terbaik, pakaian yang indah, parfum, dan bertutur kata yang lembut.

Jangan sampai suami baru bisa menikmati penampilan istri yang menarik hanya ketika ada tamu atau hendak berpergian, Sementara, sehari-hari ia sangat jarang berdandan dan berhias secara khusus untuk suami.

Alangkah mulianya seorang wanita yang selalu menyambut kedatangan suaminya dengan berdandan yang indah, pakaian yang bersih, wajah yang cerah, dan senyum terkulum di bibir. Ketika itu, tiada perasaan lain dalam hati seorang suami selain merasa dihargai dan dihormati.

8. Tidak membuka rahasia suami

Sumber via instagram @muzammilhb

Seorang istri tidak dibenarkan untuk membuka rahasia atau kejelekan yang ada pada diri suaminya, apalagi sampai menyebarkannya. Istri sholehah tidak akan membuka atau menyebarkan rahasia tentang hubungan dengan suaminya kepada siapa pun.

Referensi
Muhammad Syafi'ie el-Bantanie, Wanita Dambaan Surga, Jakarta: Kompas Gramedia, 2013.