April 5, 2019

Doa untuk Ibu Hamil pada Usia Kandungan 4 Bulan dan 7 Bulanan
Doa untuk Ibu Hamil pada Usia Kandungan 4 Bulan dan 7 Bulanan

Berdoa bagi suami dan istri saat kehamilan dalam islam adalah disunnahkan. Hal ini berdasarkan firman Allah yang berbunyi:

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ  فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ ۖ  فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

"Dialah (Allah) yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu (Adam) dan dari padanya. Dia menciptakan isterinya (Hawa), agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (Adam - Hawa) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur". (QS. Al A'raf; 189)

Dengan berdasarkan ayat diatas, para ulama memberi tuntutan berdoa serta dzikir untuk ibu hamil sebagaimana berikut:


1. Doa Untuk Ibu Hamil

Selama mengandung disunnahkan memperbanyak membaca Al Qur'an, terlebih yang memuat doa-doa yang baik untuk janin serta doa agar janin kuat, disunnahkan membaca surah seperti:
  • Surah Yusuf
  • Surah Maryam
  • Surah Luqman
  • dan lain sebagainnya
Disamping itu juga disunnahkan memperbanyak berdoa untuk si janin, contoh-contoh doa tersebut adalah sebagai berikut:

أُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدِالصَّمَدِ, مِنْ شَرِّكُلِّ ذِيْ حَسَدٍ

"Aku memohon perlindungan (untuk kandungan ini) kepada Allah Yang Maha Esa lagi Tempat Meminta, dari kejelekan para pendengki".

اللَّهُمَّ يَا مُبَارِكُ بَارِكْ لَنَا فِى الْعُمْرِ وَالرِّزْقِ والدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَالْوَلَدِ، اللَّهُمَّ يَا حَافِظُ احْفَظْ وَلَدَ ... مَا دَامَ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ، وَاشْفِهِ مَعَ أُمِّهِ، أَنْتَ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، وَلَا تُقَدِّرْهُ سَقِيْمًا وَّلَا مَحْرُوْمًا، اللَّهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِهَا صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ دُعَاءَنَا مِنْ دُعَاءِ نَبِيِّنَ مُحَمَّدِ ، غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

"Wahai Allah, wahai Pemberi Berkah, berkahilah kami dalam usia, rizki, agama, dunia, akhirat, dan anak. Wahai Allah, wahai Penjaga, jagalah anak ... (sebut nama ibu janin) selama janin berada dalam kandungan ibunya, Sehatkanlah ia beserta ibunya, Engkaulah Maha Penyembuh dan tidak ada yang bisa menjadi obat kecuali obat-Mu, dan janganlah Engkau taqdirkan ia sakit dan terhalang (dari rahmat-Mu). Wahai Allah, bentuklah ia dalam perut ibunya dengan bentuk yang baik, indah, dan sempurna. Tetapkanlah hatinya dalam keimanan kepada-Mu dan kepada utusan-Mu di dunia maupun di akhirat. Wahai Pembalik hati, tetapkanlah hati kami pada agama-Mu. Wahai Allah, terimalah doa kami dari golongan doa Nabi-Mu Muhammad SAW. Semoga mereka dengan rahmat-Mu wahai Maha Penyayang yang melebihi para penyayang".

اللَّهُمَّ احْفَظْ وَلَدَ ... فِيْ بَطْن زَوْجَتِهِ وَاشْفِهِ، أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً عَاجِلاً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا وَلَا أَلَمًا، وَأَنْتَ خَيْرُ مَسْؤُوْلٍ، اللَّهُمَّ صَوِّرْهُ صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًابِكَ وَبِرَسُوْلِكَ، اللَّهُمَّ اخْرِجْهُ وَقْتَ وِلَادَتِهِ سَهْلاً وَتَسْلِيْمًا لَا مُعَسَّرًا، وَانْفَعْنِي بِهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، آمِيْنَ، وَتَقَبَّلْ دُعَائِي كَمَا تَقَبَّلْتَ دُعَاءِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ احْفَظِ الْوَلَدَ الَّذِي أخْرَجْتَ مِنْ عَالَمِ الظُّلْمِ إِلَى عَالَمِ النُّوْرِ، وَاجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا صَحِيْحًا كَامِلاً لَطِيْفًا حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلًا مُبَاكًا، مِنْ كَلاَمِكَ الْكَرِيْمِ حَافِظًا، اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمُرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَأَحْسِنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَحَسِّنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ والْحَدِيْثِ النَّبَوِيِّ بِجَاهِ نَبِيِّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

"Wahai Allah, jagalah anak ... (sebut nama ayah janin) selama janin berada dalam kandungan istrinya. Sehatkanlah ia, Engkaulah Maha Penyembuh dan tidak ada yang bisa menjadi obat kecuali obat-Mu, obat yang seketika, yang tidak meninggalkan penyakit dan sakit. Engkaulah harapan terbaik. Wahai Allah, bentuklah ia dengan bentuk yang baik, indah, dan sempurna. Tetapkanlah hatinya dalam keimanan kepada-Mu dan kepada Utusan-Mu. Wahai Allah, keluarkanlah ia saat kelahirannya dengan mudah, selamat, dan tidak sulit. Berikanlah manfaat kepadaku dengan janin ini di dunia dan di akhirat, amin. Terimalah doaku seperti halnya Engkau telah menerima doa Nabi-Mu junjungan kami Muhammad SAW. Wahai Allah, jagalah anak yang telah Engkau keluarkan dari alam kegelapan menuju alam cahaya ini. Jadikanlah iasebagai anak yang shalih, sehat, sempurna, lemah lembut, cerdas, pintar, cekatan, terbekahi, dan hafal firman-Mu. Wahai Allah, panjangkan umurnya, sehatkan badannya, baguskan budi pekertinnya, fasihkan lisannya, baguskan suarannya dalam membaca Al Qur'an yang mulia dan Hadits Nabi dengan kedudukan Nabi-Mu junjungan kami Muhammad SAW. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam".

2. Doa Untuk Ibu Hamil 4 Bulan (Ngupati / Ngapati)

Doa hamil 4 bulanan atau dalam istilah jawa ngupati / ngapati adalah dimana kehamilan 4 bulan perut masih kecil dan berdoa pada saat masa kandungan atau masa hamil memasuki tahap ditiupkannya ruh, yakni pada 120 hari atau 4 bulan saat ibu hamil.

Pada masa tersebut, ditentukannya rizki, ajal, celaka, selamat, berhasil, gagal, dan hal - hal  lain yang berkaitan dengan kehidupan yang akan dialami oleh si janin.

Oleh karenanya para ulama menyarankan doa atau amalan ibu hamil 4 bulan dengan doa yang ditunjukkan untuk si janin.

اَللَّهُمَّ احْفَظ مَا فِيْ بَطْنِ ... مِنَ الْجِنِيْنِ وَاجْعْلَهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً وَاجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِجًا صَحِيْحًا مُعَافَى عَاقِلًا حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلاً سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ غَنِيًّا سَخِيًّا زَاِيْرًا إِلَى الْرَمَيْنِ الِأَدَاءِ النُّسُكَيْنِ بَارًّا لِّلْوَالِدَيْنِ، اَللَّهُمَّ احْسِنْ خَلْقَهُ وَخُلُقَهُ وَحَسِّنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ والْحَدِيْثِ النَّبَوِيِّ بِجَاهِ نَبِيِّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُ لِطَاعَتِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، اَللَّهُمَّ سَهِّلْ خُرُوْجَهُ عِنْدَ الْوَلَادَةِ وَارْزُقْهُ وَأُمَّهُ وَوَالِدَهُ السَّلاَمَةَ وَالسَّعَادَةَ وَالْعَافِيَةً وَالشَّهَادَةَ وَحُسْنِ الْخَاتِمَةِ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَدُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Wahai Allah, jagalah janin yang ada dalam kandungan ... (sebut nama ibu janin), dan jadikanlah janin tersebut keturunan yang baik, jadikanlah ia anak yang shalih, sehat, selamat, berakal sehat, cerdas, pandai, mengamalkan ilmunya, beruntung, dianugerahi rizki, mencintai kebaikan, kaya, dermawan, dapat mengunjungi Makkah dan Madinah untuk mengerjakan dua ibadah (Haji dan Umrah), dan berbakti kepada kedua orang tua. Wahai Allah, baguskanlah bentuk dan perilakunya, baguskanlah suaranya untuk membaca Al Qur'an dan Hadits Nabi dengan kedudukan Nabi-Mu yakni Nabi Muhammad SAW. Wahai Allah bimbinglah ia agar taat kepada-Mu dan baik dalam beribadah kepada-Mu. Wahai Allah, mudahkanlah keluarnya saat kelahiran. Berikanlah keselamatan, keberhasilan, kesehatan, kesyahidan, dan khusnul khatimah padanya, pada ibu dan ayahnya. Wahai Tuhanku, berikanlah kepada kami istri-istri dan keturunan yang membahagiakan hati kami, dan jadikanlah pemimpin bagi kami yang bertaqwa".

3. Doa Untuk Ibu Hamil 7 Bulan (Tingkepan / Mitoni)

Tingkepan atau Mitoni adalah saat usia kehamilan mencapai 7 bulanan, serta pada saat ini para ulama menyarankan kepada ibu hamil untuk melakukan amal shalih, seperti sedekah, membaca Al Qur'an, berdoa, dan lain sebagainya saat masa kandungan mulai terasa berat.

Hal ini dilakukan karena saat itu adalah masa yang mendekati kelahiran agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan, baik yang berkaitan dengan janin atau orang tuanya.

Para ulama menyarankan untuk banyak melakukan amal shalih, dengan bersedekah, membaca Al Qur'an, berdoa, dan lain sebagainya untuk mendekatkan diri kepada Allah, Contoh doa yang dibaca adalah.

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنَا مِنْ آفَاتِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ وَفِتْنَتِهِمَا وَفَضِيْحَتِهِمَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اَللَّهُمَّ سَلِّمْ جَنِيْنَ ... وَعَافِ مَا فِيْ بَطْنِهَا مِمَّا لَا نَرْجُوْهُ وَنَخَافُ، سَلاَمٌ عَلَى نُوْحٍ فِى الْعَالَمِيْنَ، إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ بِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَنْ نُصَلِّى عَلَيْهِ وَأَنْ تُسَلِّمَ جَنِيْنَهَا مِنَ الْآفَاتِ وَالْعَاهَاتِ وَالْأَمْرَاضِ وَعَنْ أُمِّ مُلْدِنْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَدُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

"Wahai Allah, selamatkan kami dari bencana dunia dan siksa akhirat, dari petaka dan keburukan dunia akhirat, sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Allah, selamatkan janin ... (sebut nama ibu janin), dan sejahterakan janin yang ada dalam kandungannya dari apa saja yang tidak kami harapkan dan kami takuti. Keselamatan atas Nabi Nuh bagi seluruh alam. Sesungguhnya kami akan membalas terhadap orang yang berbuat baik. Wahai Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dengan kedudukan junjungan kami yakni Nabi Muhammad SAW. Berikanlah rahmat dan ampunan kepadanya, dan selamatkanlah janin dalam kandungan ibunya dari marabahaya, petaka, penyakit, dan jin Ummi Muldin dengan rahmat-Mu. Wahai Maha Penyayang yang melebihi para penyayang. Tuhanku, berikanlah kepada kami istri-istri dan keturunan yang membahagiakan hati kami, dan jadikanlah pemimpin bagi kami yang bertaqwa".

اَللَّهُمَّ يَا مُبَارِكُ بَارِكْ لَنَا فِى الْعُمْرِ وَالرِّزْقِ وَالدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَالْوَلَدِ، اَللَّهُمَّ يَا حَافِظُ احْفَظْ وَلَدَ ... مَا دَامَ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ، وَاشْفِهِ مَعَ أُمِّهِ، أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، وَلَا تُقَدِّرْهُ سَقِيْمًا وَلَا مَحْرُوْمَا، اَللَّهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِهَا صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ دُعَاءَنَا مِنْ دُعَاءِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ، عَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

"Wahai Allah, wahai Pemberi Berkah, berkahilah kami dalam usia, rizki, agama, dunia, akhirat, dan anak. Wahai Allah, wahai Penjaga, jagalah anak ... (sebut nama ibu janin) selama janin berada dalam kandungan ibunya. Sehatkanlah ia beserta ibunya, Engkaulah Maha Penyembuh dan tidak ada yangbisa menjadi obat kecuali obat-Mu, dan janganlah Engkau taqdirkan ia sakit dan terhalang (rahmat-Mu). Wahai Allah, bentuklah ia dalam perut ibunya dengan bentuk yang baik, indah, dan sempurna. Tetapkanlah hatinya dalam keimanan kepada-Mu dan kepada Utusan-Mu di dunia maupun akhirat. Wahai Pembalik hati, tetapkanlah hati kami pada agama-Mu. Wahai Allah, terimalah doa kami dari golongan doa Nabi-Mu Muhammad SAW. Semoga Allah mengampuni doa kami dan mereka dengan rahmat-Mu wahai Maha Penyayang yang melebihi para penyayang".

Demikianlah doa untuk ibu hamil selama mengandung pada usia 4 bulan dan pada usia 7 bulan. Berdoa adalah senjata orang mukmin, dan para ulama juga menyarankan untuk berdoa dan melakukan amal - amal yang sholih, berbanyak shodaqoh dan ibadah, agar janin yang ada didalam kandungan diberi karunia yang baik oleh Allah SWT, serta agar menjadi anak yang sholih dan sholihah. Sumber referensi doa untuk ibu hamil ini dari penulis H. M. Ali Maghfur Syadzili Iskandar, S.Pd.I, Buku Nikah Lengkap, Penerbit "Al Miftah" Surabaya.