July 22, 2019

Tembang Gambuh : Watak, Ciri - Ciri, Contoh, dan Artinya
Tembang Gambuh : Watak, Ciri - Ciri, Contoh, dan Artinya

Indonesia adalah salah satu negara terbesar di Asia Tenggara. Negara kepulauan yang memiliki kekayaan laut dan alam yang melimpah. Selain itu, Indonesia juga memiliki banyak suku, budaya, dan bahasa, terutama bahasa daerah. Maka oleh sebab itu, mari kita jaga dan lestarikan budaya kita. Ajarkan pada anak cucu kita dan sebarkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah Negara yang hebat.

Salah satu upaya untuk melestarikan budaya kita adalah dengan belajar tentang tembang gambuh, khususnya di daerah Jawa. Tembang gambuh adalah kesenian warisan budaya dari Jawa, salah satu dari 11 tembang macapat.

Tembang gambuh memiliki watak dan makna yang baik untuk dipelajari, serta perlu kita teruskan kepada generasi muda kita, agar mereka tumbuh dengan budi pekerti yang luhur.

Pada kesempatan kali ini, mimin akan membagikan artikel tentang arti tembang gambuh, watak, ciri - ciri, contoh dan maknanya. Baiklah langsung saja, berikut ulasanya tentang tembang gambuh.

Baca Juga:


Pengertian Tembang Gambuh

Sumber : www.flickr.com

Gambuh berasal dari kata (tambuh, embuh, gambuh, jumbuh) yang berarti sesuai, tepat, cocok, dan imbang. Tembang gambuh adalah salah satu tembang macapat yang berisi berbagai ajaran kepada anak - anak muda tentang nasihat menjalin hubungan antara manusia satu dengan manusia lainnya.

Tembang macapat gambuh memberi kesan nasihat - nasihat mengenai bagaimana membangun rasa persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan yang baik terhadap sesama makhluk sosial.

Kata gambuh atau tembang gambuh juga dapat diartikan dari sebuah kecocokan, kesepahaman, dan juga sikap bijaksana. Sebagai makhluk sosial hendaknya bersikap bijak dalam menempatkan sesuatu pada tempatnya, mampu bersikap adil, saling mengayomi, saling menjaga dan saling melindungi satu sama lain.

Karakter atau Watak Tembang Gambuh

Sumber : www.flickr.com

Tembang gambuh mempunyai watak tentang keramahan, kerukunan, kebersamaan, dan kekeluargaan. Watak tembang gambuh intinya adalah memberikan nasihat untuk membangun rasa persaudaraan, kekerabatan dan saling menjaga kerukunan sesama manusia.

Tembang macapat gambuh nanti diantara dari Serat Wulungreh Pupuh III yang dibuat oleh Sri Susuhunan Pakubuwana IV, Raja Surakarta.

Ciri - Ciri Tembang Gambuh

Sumber : commons.wikimedia.org

Tembang gambuh memiliki ciri - ciri, diantaranya :

1. Memiliki Guru Gatra : 5 baris atau larik tiap bait.
Artinya : Tembang ini mempunyai 5 larik atau baris kalimat.

2. Memiliki Guru Lagu : u, u, i, u, o.
Artinya : Disetiap baris atau larik berakhir dengan huruf atau vocal u, baris kedua u, baris ketiga i, dan seterusnya.

3. Memiliki Guru Wilangan : 7, 10, 12, 8,  8.
Artinya : Larik atau baris pertama terdiri dari 7 suku kata, larik kedua 10 suka kata, dan seterusnya.

Contoh Tembang Gambuh

Gambuh 1

Sumber : pixabay.com

Iku umpamanipun

Aja ngandelaken sira iku

Suteng nata iya sapa kumawani

Iku ambeke wong digang

Ing wasana dadi asor


Itu adalah sebuah perumpamaan

Jangan pernah menyombongkan diri

Seorang raja siapa yang telah berani

Itu adalah perilaku yang adigang

Yang pada akhirnya dapat merendahkan.

Gambuh 2

Si kidang ambegipun

Angandelaken kebat lumpatipun

Pan si gajah angandelaken gung ainggil
 

Ula ngandelaken iku 

Mandine kalamun nyakot


Si kijang mempunyai watak yaitu

Membanggalan kecepatan dalam melompat dan berlari

Si gajah menyombongkan tubuhnya yang  tinggi dan besar

Dan ular membanggakan racunnya

Yang manjur jika menggigit

Gambuh 3

Sumber : id.wikipedia.org

Adiguna puniku
 

Ngandelaken kapinteranipun
 

Samubarang kabisan dipundheweki
 

Sapa bisa kata ingsun
 

Togging prana nora enjoh


Watak adiguna yaitu

Membanggakan kepandaiannya

Seolah-olah semua dapat dikerjakan sendiri

Dalam hatinya berkata “Siapa yang bisa seperti saya”

Ujung-ujungnya tidak bisa apa-apa

Gambuh 4

Ana pocananipun
 

Adiguna adigang adigung
 

Pan adigang kidang adigung pan esthi
 

Adiguna ula iku
 

Telu pisan mati sampyoh


Ada sebuah perumpamaan

Adiguna, adigang, dan adigung

Seperti Adigangnya seekor kijang dan adigung seekor gajah

Dan adiguna seekor ular

Ketiganya telah mati bersama dengan sia-sia

Gambuh 5

Sumber : commons.wikimedia.org

Ambek adigung iku
 

Angungasaken ing kasuranipun
 

Para tantang candhala anyenyampahi
 

Tinemenan nora pecus
 

Satemah dadi geguyon


Watak seorang adigung adalah

Menyombongkan keperkasaan dan keberaniannya

Semua ditantang untuk berkelahi dan direndahkan

Namun jika benar-benar dihadapi, ia tidak berdaya

Akhirnya hanya menjadi bahan tertawaan

Gambuh 6

Tutur bener puniku
 

Sayektine apantes tiniru
 

Nadyan metu saking wong sudra papeki
 

Lamun becik nggone muruk
 

Iku pantes siro anggo


Ucapan yang benar yaitu

Sejatinya pantas untuk ditiru

Meskipun berasal dari orang yang memiliki derajat rendah

Namun jika baik pengajarannya

Maka itu pantas untuk engkau tiru

Gambuh 7

Sumber : en.m.wikipedia.org

Ing wong urip puniku
 

Aja nganggo ambek kang tetelu
 

Anganggowa rereh ririh ngati-ati
 

Den kawangwang barang laku
 

Kang waskitha solahing wong


Dalam sebuah kehidupan manusia

Janganlah sampai memiliki ketiga watak tadi

Milikilah sifat yang sabar, bijaksana dan berhati-hati

Selalu intropeksi diri pada tingkah laku

Pandailah membaca perilaku orang lain

Gambuh 8

Aja nganti kabanjur
 

Barang polah ingkang nora jujur
 

Yen kebanjur sayekti kojur tan becik
 

Becik ngupayaa iku
 

Pitutur ingkang sayektos


Janganlah sampai terlanjur terbiasa

Berperilaku yang tidak jujur

Jika sudah terlanjur maka akan celaka dan tidak baik

Lebih baik berusaha

Mengikuti ajaran yang benar dan sejati

Gambuh 9

Sumber : id.wikipedia.org

Rasaning tyas kayungyung
 

Angayomi lukitaning kalbu
 

Gambir wana kalawan hening ing ati
 

Kabekta kudu pinutur
 

Sumingkiringreh tyas mirong
 


Keinginan dari rasanya hati

Memberikan perlindungan dan rasa nyaman di hati

Melahirkan perasaan yang hening

Karena harus memberikan nasehat

Agar dapat menyingkapkan hal-hal yang salah

Gambuh 10

Ngajapa tyas rahayu
 

Ngayomana sasameng tumuwuh
 

Wahanane ngendhakke angkara klindhih
 

Ngendhangken pakarti dudu
 

Dinulu luwar tibengdoh


Berusahalah supaya hatinya selamat

Selalu saling melindungi satu sama lain

Perilaku yang demikian akan menghilangkan angkara murka

Menghindari perbuatan tercela

Ditelan dan dibuang jauh-jauh

Gambuh 11

Sumber : commons.wikimedia.org

Sekar gambuh ping catur
 

Kang cinatur polah kang kalantur
 

Tanpa tutur katula-tula katali
 

Kadaluwarsa kapatuh
 

Kapatuh pan dadi awon


Tembang gambuh yang keempat

Yang dibicarakan tentang perilaku yang kelewat batas

Tanpa ada nasehat akan semakin tak terkendali

Terlanjur menjadi sebuah kebiasaan

Kebiasaan yang dapat mengakibatkan keburukan

Gambuh 12

Den samya amaituhu
 

Ing sajroning jaman kala bendhu
 

Yogya sampeyan yuda hardaning ati
 

Kang anuntun mring pakewuh
 

Uwohing panggawe awon


Diharap semua mengikuti

Di dalam zaman dahulu kala

Sebaiknya anda mengendalikan hawa nafsu pribadi

Yang dapat menuntun pada hal yang tercela

Hasil dari sebuah perbuatan yang buruk

Gambuh 13

Sumber : pixabay.com

Samengko ingsun tutur
 

Gantya sembah ingkang kaping catur
 

Sembah Rasa karasa rosing dumadi
 

Dadine wis tanpa tuduh
 

Mung kalawan kasing Batos


Nanti ingsun ajarkan

Beralih sembah yang ke empat

Sembah rasa terasalah hakekat kehidupan

Terjadinya sudah tanpa petunjuk

Hanya dengan kesentosaan batin

Gambuh 14

Pamoring ujar iku
 

Kudu santosa ing budi teguh
 

Sarta sabar tawekal legaweng ati
 

Trima lila ambeh sadu
 

Weruh wekasing dumados


Melaksanakan petuah itu

Harus kokoh pada budi pekertinya teguh

Serta sabar tawakal lapang dada

Menerima dan ikhlas apa adanya

Mengerti kepercayaan yang terjadi

Gambuh 15

Rasaning urip iku
 

Krana momor pamoring sawujud
 

Wujuddullah sumrambah ngalam sakalir
 

Lir manis kalawan madu
 

Endi arane ing kono


Rasa hidup itu

Dengan cara manunggal dalam satu wujud

Wujud Tuhan meliputi alam semesta

Bagaikan rasa manis dengan madu

Begitulah ungkapannya

Makna Tembang Gambuh

Sumber : en.wikipedia.org

Tembang macapat gambuh memiliki unsur karakter yang luhur. Tembang gambuh mempunyai makna yang bijak dalam mengambil keputusan dan mampu untuk bersikap adil.

Makna tembang gambuh adalah memberikan nasihat kepada generasi muda supaya menjaga persaudaan, menjalin persatuan, dan kekeluargaan.

Itulah artikel yang dapat mimin bagikan tentang tembang gambuh, contoh dan maknanya. Semoga dengan tulisan mimin ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kalian. Dan jangan lupa juga untuk terus melestarikan budaya kita.