July 24, 2019

Tembang Pocung : Watak, Contoh beserta Artinya Lengkap
Tembang Pocung : Watak, Contoh beserta Artinya Lengkap

Halo sahabat gravitycinta.com. Apa kabar kalian hari ini ? Semoga baik - baik saja dan sehat selalu ya. Pada kesempatan kali ini, mimin akan menuliskan artikel tentang tembang macapat pocung. Tembang pocung yang merupakan salah satu dari 11 tembang macapat yang memiliki berbagai tema salah satunya tema pendidikan dan serat wedharitama yang mengandung nasihat.

Selain itu, tembang pocung juga memiliki watak dan arti yang luhur. Sehingga tembang ini sangat cocok digunakan untuk memberi contoh atau nasihat kepada sesorang agar menjadi orang yang berwatak baik atau memiliki budi pekerti yang luhur.

Nah, pasti kalian ingin tahu apa saja mengenai tembang pocung dengan watak dan contoh beserta artinya. Baiklah langsung saja, berikut ulasanya tembang macapat pocung.

Baca Juga:


Pengertian Tembang Pocung

Sumber : commons.wikimedia.org

Tembang pocung adalah tembang macapat yang berisikan perjalanan hidup manusia atau untuk mengingat kematian manusia yang menurut urutan tembangnya merupakan tembang terakhir dalam tembang macapat.

Istilah pocung berasal dari kata pucung atau pocong yang berarti manusia yang telah meninggal dengan dikainkan kain kafan atau dipocong sebelum dikuburkan. Filosofi tembang pocung menceritakan sebuah perjalanan terakhir dari kehidupan manusia.

Tembang pocung digunakan oleh masyarakat jawa untuk memberikan nasihat kepada manusia akan kematian. Tembang atau lantunan puisi untuk mengingatkan kepada manusia bahwa tiap -tiap jiwa akan merasakan kematian dan akan kembali kepada Tuhan.

Watak Tembang Pocung

Sumber : www.flickr.com

Tembang pocung yang bermakna tentang nasihat kematian yang seharusnya disampaikan dengan rasa haru, duka atau kesedihan untuk kesanya. Namun tembang macapat pocung ini disampaikan dengan cara yang menghibur, yaitu dengan cara memberi candaan, humor, dan penuh teka - teki disetiap nasihat yang disampaikan.

Watak lain dari tembang pocung yaitu kata "cung" dari kata pocung yang cenderung mengarah pada hal - hal yang sifatnya lucu. Kata atau ucapan "cung" lainya seperti kucung dan kacung yaitu ucapan yang memiliki makna kesegaran atau kelucuan. Sehingga watak tembang pocung ini memberikan suasana atau kesan yang santai.

Ciri - Ciri atau Aturan Tembang Pocung

Sumber : commons.wikimedia.org

Berikut adalah aturan atau ciri - ciri tembang pocung.
1. Memiliki Guru Gatra (larik/baris) : 4 Larik atau baris setiap satu bait.
Artinya : Tembang ini mempunyai 4 baris atau larik setiap satu baitnya.

2. Memiliki Guru Lagu (huruf/vocal) : u, a, i, a
Artinya : Baris pertama berakhir dengan kata, huruf atau vocal u, baris kedua huruf a, dan seterusnya.

3. Memiliki Guru Wilangan (jumlah suku kata tiap baris) : 12, 6, 8, 12
Artinya : Baris pertama memiliki 12 suku kata, baris kedua 6 suku kata, dan seterusnya.

Contoh Tembang Pocung Tema Pendidikan

Tema Pendidikan 1

Sumber : id.wikipedia.org

Nora weruh rosing rasa kang rinuruh
Lumeketing angga
Anggere padha marsudi
Kana kene kaanane nora beda


Tidak mendalami hakikat ilmu yang telah dicari
Padahal ilmu sejati sudah ada didalam jati diri
Asalkan ingin selalu berusaha
Di sana maupun di sini ilmunya sama saja

Tema Pendidikan 2

Sapa iku, ora seneng ngudi ilmu
Uripe rekasa
Senenge kepati-pati
Ora sugih ananging ora rumangsa


Siapa yang tidak suka mencari ilmu
Hidupnya akan kesusahan
Kegembiraannya tidak bertahan lama
Tidak kaya tapi tidak merasa

Tema Pendidikan 3

Gambar oleh Pexels dari Pixabay

Uger lugu den ta mrih pralebdeng kalbu
Yen Kabul kabuki
Ing drajat kajating urip
Kaya kang wus winahya sekar srinata


Asal tidak banyak tingkah agar nantinya merasuk ke dalam sanubari
Bila berhasil, terbuka
Didalam derajat kemuliaan hidup yang sebenarnya
layaknya contoh sinom (di atas)

Tema Pendidikan 4

Ngelmu iku, kalakone kanthi laku
Lekase lawan kas
Tegese kas nyantosani
Setya budya pangekese dur angkara


Ilmu itu diraih dengan cara menghayati dalam setiap perbuatan
dimulai dengan kemauan
Artinya, kemauan untuk membangun kesejahteraan terhadap sesama
Teguh membudi daya menaklukkan semua angkara

Tema Pendidikan 5

Gambar oleh David Mark dari Pixabay 

Basa ngelmu mupakate lan panemune
Pasahe lan tapa
Yen satriya tanah Jawi
Kuna-kuna kang ginilut tripakara


Bahasa ilmu dapat berjalan bila sesuai dengan cara pandang kita
Dapat dicapai dengan usaha yang gigih
Bagi satria tanah Jawa
Dari turun temurun, 3 hal yang menjadi prinsip

Tema Pendidikan 6

Dadi bocah kudu sregep lan sinau
Ben ora rekasa
Sinaune ditenani
Yen wis sukses aja lali mring wong tuwa


Jadi anak harus rajin belajar
Biar hidup tidak kesusahan
Belajalah dengan sungguh - sungguh
Jika telah meraih kesuksesan janganlah lupa pada orang tua

Contoh Nasihat Tembang Pocung

Nasihat 1

Sumber : pixabay.com

Yeku patut tinulat tulat tinurut
Sapituduhira
Aja kaya jaman mangkin
Keh pra mudha mundhi diri rapal makna


Itulah yang pantas untuk diteladani, contoh yang patut diikuti
Sebagai nasihatku
Jangan seperti zaman yang akan datang
Banyak anak muda yang membanggakan diri dengan hafalan arti

Nasihat 2

Angkara gung neng angga anggung gumulung
Gegolonganira
Triloka lekeri kongsi
Yen den umbar ambabar dadi rubeda


Nafsu angkara yang besar di dalam tubuh kuat menggelora
Menyatu dalam diri sendiri
Menjangkau sampai tiga jaman
Jika disebar akan berkembang menjadi bahaya besar

Nasihat 3

Gambar oleh Mücahit Yıldız dari Pixabay 

Shalat iku kewajiban ingkang laku
Lekase kat fajar
Ibadah kang pancen wajib
Shalat iku cagakke saka agama


Shalat itu kewajiban yang harus dilakukan
Yang akan dimulai dari waktu terbit matahari
Ibadah yang benar - benar wajib
Sholat itu adalah tiangnya agama

Nasihat 4

Durung punjul ing kawruh kaselak jujul
Kaseselan hawa
Cupet kapepetan pamrih
Tangeh nedya anggambuh mring Hyang Wisesa


Belum sampai mempunyai ilmu tinggi, sudah buru-buru ingin dianggap pintar
Terselip hawa nafsu
Tertutup oleh pamrih
Maka mustahil untuk manunggal pada Yang Maha Kuasa

Nasihat 5

Gambar oleh Darwis Alwan dari Pixabay

Durung becus kesusu selak besus
Amaknani rapal
Kaya sayid weton mesir
Pendhak pendhak angendhak Gunaning jalma


Belum mumpuni tergesa-gesa untuk berceramah
Mengartikan hafalan
Seperti sayid dari Mesir
Setiap saat meremehkan kemampuan orang lain

Nasihat 6

Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun
Semune ngaksama
Sasamane bangsa sisip
Sarwa sareh saking mardi martatama


Tetapi berbeda dengan orang yang sudah menyepi
Tampak sikap pemaaf
Sesama manusia yang penuh salah
Selalu sabar dari sikap rendah hati

Nasihat 7

Gambar oleh Darwis Alwan dari Pixabay

Sakeh luput Ing angga tansah linimput
Linimpet ing sabda
Narka tan ana udani
Lumuh ala ardane ginawa gada


Banyaknya kesalahan yang dilakukan dalam diri selalu ditutupi
Dibalut dengan sebuah kata-kata
Namun dia mengira tidak ada yang tahu
Berkata tidak melakukan kejahatan, namun niat buruknya membawa kehancuran

Nasihat 8

Nora uwus kareme anguwus uwus
Uwose tan ana
Mung janjine muring muring
Kaya buta buteng betah anganiaya


Tidak berhenti mencaci maki sesama
Tanpa ada isinya
Kelakuannya hanya marah-marah
Seperti raksasa yang bodoh yang suka menganiaya

Makna Tembang Pucung

Sumber : id.wikipedia.org

Tembang pucung memiliki filosofi tentang gambaran manusia yang akan meninggal dunia. Tembang pocung mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara. Maka tembang pocung ini digunakan untuk memberi nasihat kepada manusia agar memiliki budi pekerti yang luhur, serta dapat menjalankan kehidupan yang baik dari lahir dan batin.

Demikianlah artikel mimin pada kesempatan kali ini, mudah - mudahan dengan adanya tulisan ini dapat menambah wawasan serta menambah ilmu pengetahuan kita. Akhir kata sekian dan terimakasih.