August 4, 2019

Tembang Asmarandana dengan Contoh dan Artinya Lengkap
Tembang Asmarandana dengan Contoh dan Artinya Lengkap

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak suku dan budaya. Terutama suku jawa yang memiliki seni dan budaya yang populer salah satunya yaitu tembang macapat asmarandana. Tembang asmarandana sendiri merupakan warisan budaya jawa yang sepatutnya kita lestarikan dan ajarkan kepada generasi - generasi muda kita.

Tembang asmarandana merupakan salah satu dari 11 tembang macapat yang memiliki arti dan makna tentang kehidupan manusia akan asmaranya. Serta tembang asmarandana juga memiliki aturan dan watak yang perlu kita ketahui.

Pada kesempatan kali ini mimin akan mengulas secara lengkap dan rinci mengenai tembang asmarandana disertai dengan contoh dan artinya. Selain itu mimin juga akan membahas tentang watak dan aturan tembang asmarandana ini. Baiklah langsung saja berikut ulasan tembang asmaradana.

Baca Juga:


Pengertian Tembang Asmarandana

Sumber : commons.wikimedia.org

Tembang asmaradana yaitu tembang yang menggambarkan kehidupan manusia ketika sedang jatuh cinta atau kasmaran kepada lawan jenis. Tembang asmarandana ini berisikan kisah cinta seseorang yang dialami oleh anak muda yang memiliki gejolak hati dan perasaan yang berapi - api.

Istilah asmaradana berasal dari dua kata yaitu yang pertama dari kata "asmoro" yang berarti asmara, cinta dan kasih sayang, serta yang kedua berasal dari kata "dhana" yang artinya berapi - api. Tembang asmaradana juga memiliki arti tentang cinta kepada sesama makhluk dan alam ciptaan Tuhan.

Watak Tembang Asmarandana

Sumber : commons.wikimedia.org

Watak tembang asmaradana yaitu senang, gembira, dan juga rasa pilu serta rasa sedih. Syair - syair atau lantunan tembang asmaradana ini digunakan untuk mengungkapkan perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta. Selain itu tembang ini juga digunakan dalam menyatakan perasaan sedih, kecewa dan patah hati.

Sudah sewajarnya jika manusia memiliki watak asmara akan perasaan cintanya. Dan apabila perasaan cinta itu tidak tersampaikan atau tertolak, maka akan membuat perasaan senang itu menjadi perasaan sedih, luka dan patah hati. Semua yang ada dibumi adalah ciptaan tuhan, maka sebelum kamu jatuh hati kepada pasanganmu cintailah dulu tuhanmu, agar kamu tidak merasakan sakit hati.

Aturan Tembang Asmarandana

Sumber : id.wikipedia.org

1. Memiliki Guru Gatra (baris atau larik) = 7 baris disetiap baitnya.
Artinya : Tembang asmarandana ini memiliki 7 baris atau larik pada setiap baitnya.

2. Memiliki Guru Wilangan (jumlah suku kata) = 8, 8, 8, 8, 7, 8, 8.
Artinya : Pada baris pertama tembang asmarandana terdiri 8 jumlah suku kata, baris kedua berjumlah 8 suku kata, dan seterusnya.

3. Memiliki Guru Lagu (huruf atau vokal) = a, i, e, a, a, u, a.
Artinya : Pada baris pertama tembang asmarandana berakhir dengan huruf atau vokal a, baris kedua berakhir dengan huruf i, dan seterusnya.

Contoh Tembang Asmarandana

Tembang Asmaradana 1

Gambar oleh Bon Bon dari Pixabay

Gegaraning wong akrami
Dudu bandha dudu rupa
Amung ati pawitane
Luput pisan kena pisan
Lamun gampang luwih gampang
Lamun angel, angel kalangkung
Tan kena tinumbas arta


Penguat dalam pernikahan
Bukan hanya harta atau fisik
Namun hatilah modal utamanya
Apabila jadi, jadi selamanya
Jika mudah akan semakin gampang
Jika sulit akan semakin sulit bukan main
Tidak dapat ditebus dengan harta

Tembang Asmaradana 2

Kidung kedresaning kapti
Yayah nglamong tanpa mangsa
Hingan silarja jatine
Satata samaptaptinya
Raket rakiting ruksa
Tahan tumaneming siku
Karasuk sakeh kasrakat


Nyanyian keseriusan hati
Seolah kacau tanpa kenal waktu
Hingga keselamatan yang paling benar
Siap akan hatinya
Menjalani rangkaian masalah
Tahan menghadapi kemarahan
Menerima segala penderitaan

Tembang Asmaradana 3

Gambar oleh Bon Bon dari Pixabay

Linali tan bisa lali
Suwe suwe saya nglela
Katon wae sak solahe
Gembili gung woh ing tawang
Gedebugan ra geng wang
Jenang sela reca kayu
Mbalenjet nggoleki sira


Melupakan tetapi tak bisa dilupakan
Lama - lama semakin teringat
Selalu terbayang semua tingkahnya
Gembili besar berbuah di angkasa
Berjatuhan tidak berhenti - henti
Jenang batu patung kayu
Susahnya mencari dirimu

Tembang Asmaradana 4

Ana tulise hyang widhi
Yen wong sabar lan narimo
Ginanjar dawa umure
Sugih kadang lawan mitra
Kinacek ing sasama
Yen lagi lara wong iku
Gampang nggone antuk tamba


Sudah ada tulisan dari yang kuasa
Jika orang yang sabar dan menerima
Akan mendapat anugerah dan panjang umurnya
Akan memiliki banyak saudara dan teman
Dilebihkan diantara sesama
Jika orang tersebut sedang sakit
Obatnya akan mudah didapat

Tembang Asmaradana 5

Gambar oleh Milan Permadi dari Pixabay

Lumrah tumrap wong ngaurip
Dumunung sadhengah papan
Tan ngrasa cukup butuhe
Ngenteni rejeki tiba
Lamun tanpa makarya
Sengara dapat kepthuk
Kang mangkono bundhelana 


Sudah semestinya orang hidup
Hidup dimana - mana
Tidak merasa cukup akan kebutuhanya
Menunggu rejeki datang
Kalau tidak bekerja
Tidak akan mungkin mendapatkan rejeki
Maka dari itu ingatlah

Tembang Asmaradana 6

Aja turu sore kaki
Ana Dewa nganglang jagad
Nyangking bokor kencanane
Isine donga tetulak
Sandhang kelawan pangan
Yaiku bageyanipun
Wong melek sabar narima


Jangan tidur terlalu dini
Ada dewa yang mengelilingi alam semesta
Membawa kabar atau teman
Yang berisi doa penolak balak
Pakaian dan makanan
Yaitu bagian untuk
Orang yang suka berdzikir sabar dan menerima

Tembang Asmaradana 7

Ngali Samsujen kang nami
Sapraptane sinambrama
Kalawan pangabektine
Kalangkung sinuba-suba
Rehning tamiyan raja
Lan sejejinis puniku
Wenang lamun ngurmatana


Namanya adalah Ngali Samujen
Kedatangannya disambut dengan baik
Dengan penghormatannya
Lebih disambut dengan disubya - subya
Karena tamu itu adalah seorang raja
Dan karen sebangsa
Memang pantas untuk dihormati

Tembang Asmaradana 8

Maksihe Bapa anenggih
Langkung suka ingkang rama
Sang Prabu Jaya Bayane
Duk samana cinarita
Pan arsa katamiyan
Aja pandhita saking Rum
Nama Sultan Maulana


Masih menemui bapak
Yang lebih menyenangkan hati pada ayahnya
Sang Prabu Jaya Baya
Pada waktu itu diceritakan
Akan kedatangan tamu
Seorang pandita dari Rum
Bernama Sultan Maulana

Tembang Asmaradana 9

Wusnya mangkana winari
Lami-lami apeputra
Jalu apekik putrane
Apanta sampun diwasa
Ingadekaken raja
Pagedhongan tanahipun
Langkung arja kang negara


Akhirnya ada berita begini
Lama - lama akan berputra
Meminta putra yang baik
Setelah beliau dewasa
Dijadikan raja
Tanahnya di Pagedhongan
Lebih makmur negaranya

Tembang Asmarandana 10

Milane sinungan sakti
Bathara Wisnu punika
Anitis ana ing kene
Ing Sang Prabu Jaya Baya
Nalikane mangkana
Pan jumeneng Ratu Agung
Abala para narendra


Karena dianugerahi kesaktian
Batara Wisnu itu
Menitis di sini
Menitis pada Sang Prabu Jaya Baya
Pada saat itu
Sang Prabu menjadi raja Agung
Pasukannya raja-raja

Tembang Asmarandana 11

Sang dyah sukune mung siji
Atenggak datanpa sirah
Ciri bengkah pranajane
Tinalenan jangganira
Sinendhal ngasta kiwa
Ngaru ara denya muwus
Sarwi kekejek kekitrang


Sang dyah kakinya cuman satu
Yang terlihat tanpa kepala
Ciri bengkah dadanya
Lehernya ditali
Disendal tangan kiri
Berbicara dia kemana-mana
Bermacam-macam tingkah lakunya

Makna Tembang Asmarandana

Gambar oleh Bon Bon dari Pixabay

Makna tembang asmaradana yaitu mengkisahkan perjalanan hidup manusia atau seorang anak muda yang sudah waktunya memulai kehidupan asmarannya. Sehingga tembang ini digunakan untuk menyatakan perasaan cinta mereka kepada lawan jenis pada masa dulu.

Tembang asmaradana ini juga berkaitan dengan kejadian hangusnya dewa percintaan oleh sorot mata ketiga dewa siwa yang terlulis dalam Kakawin Smaradhana karya Mpu Darmaja. Selain itu tembang asmaradana juga memiliki makna "remen ing paweweh" yang artinya senang memberi, yaitu dalam Serat Purwaukara Smaradhana.

Demikianlah artikel mengenai tembang asmarandana yang dapat mimin bagikan. Semoga dengan tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita serta sebagai bahan pembelajaran dalam mengenal budaya jawa. Akhir kata sekian dan terimakasih.